Cara unik Kapolres Paluta dalam membangun kesadaran berkendara terlihat dalam Operasi Patuh Toba 2026 pada Senin (2/11/2026) pagi. Kepolisian Resor (Polres) Padang Lawas Utara (Paluta) membagikan helm berstandar SNI dan cokelat kepada para pengendara yang taat aturan, bukan sekadar merazia dan menilang.
Operasi kepolisian di jalan raya biasanya identik dengan razia dan surat tilang, namun Polres Paluta memilih pendekatan yang berbeda. Cara unik Kapolres Paluta ini menempatkan apresiasi dan edukasi di depan, agar pengendara terdorong menaati aturan karena kesadaran, bukan karena takut sanksi.
Cara Unik Kapolres Paluta di Jalan Sisingamangaraja Gunung Tua
Aksi simpatik ini dipimpin langsung oleh Kapolres Paluta, AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., didampingi Kasat Lantas Iptu Kusno Siagian, S.H., beserta jajaran Satlantas. Petugas mengambil lokasi di titik padat aktivitas warga, yakni Jalan Sisingamangaraja, Pasar Gunung Tua, dan area depan Masjid Raya Gunung Tua, lalu melakukan edukasi langsung ke tengah masyarakat.
Di lokasi tersebut, petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan surat. Mereka justru memberikan kejutan manis bagi pengguna jalan yang tertib membawa STNK dan SIM, serta memakai perlengkapan berkendara dengan benar. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi sekaligus memotivasi pengendara lain agar meniru kedisiplinan tersebut.
“Melalui pendekatan simpatik ini, kami ingin membangun kesadaran dan mengubah perilaku berkendara masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan, tidak berboncengan lebih dari satu, tidak melawan arus, serta menjauhi perilaku ugal-ugalan,” tegas AKBP Dhery di lokasi kegiatan.
Hadiah Cokelat untuk Pengendara Tertib
Pemberian cokelat dan helm SNI menjadi simbol dari cara unik Kapolres Paluta ini: pengendara yang tertib tidak hanya lolos dari tilang, tetapi juga mendapatkan apresiasi langsung dari polisi. Pendekatan ini diharapkan membuat aturan lalu lintas terasa lebih dekat dengan masyarakat, terutama bagi pengendara yang selama ini sudah disiplin.
Selain memberikan hadiah dan edukasi secara humanis, personel Satlantas yang bersiaga sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIB juga sigap membantu menyeberangkan para pelajar dan warga sekitar untuk mencegah potensi kecelakaan di jam sibuk.
Kesadaran, Bukan Takut Tilang
Melalui cara yang unik dan apresiatif ini, Polres Paluta berharap ketaatan berlalu lintas bukan lagi didasari oleh rasa takut akan sanksi tilang, melainkan kesadaran murni akan keselamatan. Langkah preventif ini ditargetkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman di Kabupaten Paluta.
Dengan pendekatan simpatik tersebut, Operasi Patuh Toba 2026 di Paluta tidak hanya menjadi operasi penegakan aturan, tetapi juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan setiap kali berkendara.
Apa Itu Operasi Patuh Toba 2026?
Operasi Patuh Toba 2026 merupakan operasi kepolisian di bidang lalu lintas yang digelar selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di wilayah Sumatera Utara. Operasi ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”, dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Pelaksanaannya mengedepankan langkah edukatif, persuasif, dan humanis, didukung penegakan hukum secara profesional dan proporsional. Tujuannya adalah mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, yang disingkat Kamseltibcarlantas, di wilayah masing-masing. Cara unik Kapolres Paluta ini terlihat dalam aksi di Gunung Tua pada Senin (2/11/2026) pagi, salah satu wujud pendekatan tersebut di Kabupaten Paluta: bukan hanya menindak pelanggaran, tetapi juga mengapresiasi pengendara yang sudah tertib, membantu pelajar menyeberang di jam sibuk, dan mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan.
Fakta Singkat Aksi Simpatik di Gunung Tua
Waktu kegiatan adalah Senin, 2 November 2026, pagi hari, dengan personel Satlantas bersiaga sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Lokasi kegiatan berada di titik padat aktivitas warga, yakni Jalan Sisingamangaraja, Pasar Gunung Tua, dan area depan Masjid Raya Gunung Tua.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Paluta, AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., didampingi Kasat Lantas Iptu Kusno Siagian, S.H., beserta jajaran Satlantas. Dalam cara unik Kapolres Paluta ini, hadiah yang dibagikan adalah helm berstandar SNI dan cokelat, diberikan kepada pengendara yang tertib membawa STNK dan SIM serta memakai perlengkapan berkendara dengan benar.
Selain itu, petugas juga membantu menyeberangkan pelajar dan warga sekitar untuk mencegah potensi kecelakaan di jam sibuk. Tujuannya adalah membangun kesadaran dan mengubah perilaku berkendara agar lebih mengutamakan keselamatan, menekan angka kecelakaan lalu lintas, dan mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman di Kabupaten Paluta.
Dengan cara unik Kapolres Paluta ini, Operasi Patuh Toba 2026 di Paluta menunjukkan bahwa penegakan aturan lalu lintas bisa berjalan bersamaan dengan apresiasi dan edukasi. Pengendara yang tertib mendapatkan cokelat dan helm SNI, pelajar terbantu menyeberang dengan aman, dan masyarakat diajak untuk menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban karena takut ditilang.
Baca juga: Evakuasi Buaya Sinyulong Portibi: Buaya 37 Tahun Dievakuasi BKSDA Riau dan Damkar Paluta
Sumber: Info Paluta

[…] Baca juga: Cara Unik Kapolres Paluta: Bagi Cokelat dan Helm SNI untuk Pengendara Tertib […]
[…] Baca juga: Cara Unik Kapolres Paluta: Bagi Cokelat dan Helm SNI untuk Pengendara Tertib […]