Gempa Vulkanik Gunung Gamkonora Meningkat, Pendakian Ditutup

Gunung Gamkonora di Halmahera, gempa vulkanik Gunung Gamkonora

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Gempa vulkanik Gunung Gamkonora meningkat, dan seluruh aktivitas pendakian menuju kawasan puncak gunung api tersebut ditutup sementara sebagai langkah antisipasi.

Kenaikan status berlaku sejak 6 November 2026 pukul 16.00 WIB. Keputusan ini diambil Badan Geologi setelah mengamati peningkatan aktivitas kegempaan yang terjadi sejak 29 Oktober 2026, terutama pada gempa vulkanik dangkal yang frekuensinya naik tajam.

Pos Pengamatan Gunung Api Gamkonora memantau aktivitas gunung melalui pengamatan visual dan instrumental. Pengamatan visual melihat kondisi gunung dan asap kawah, sedangkan pengamatan instrumental mencatat seluruh jenis gempa yang terjadi di sekitar gunung.

Gempa Vulkanik Gunung Gamkonora Meningkat

Berdasarkan laporan Badan Geologi, peningkatan aktivitas ditandai bertambahnya frekuensi gempa vulkanik dangkal sejak 29 Oktober 2026. Frekuensi gempa vulkanik dangkal meningkat dari rata-rata kurang dari dua kejadian menjadi sembilan kejadian per hari.

Gempa vulkanik dalam juga meningkat, dari rata-rata kurang dari empat kejadian menjadi lima kejadian per hari. Kenaikan pada kedua jenis gempa vulkanik ini menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status gunung dari Normal menjadi Waspada.

Pengamatan visual menunjukkan Gunung Gamkonora terpantau jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 30–50 meter dari puncak. Pengamatan visual ini dilakukan bersamaan dengan pengamatan instrumental untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api.

Status Gunung Gamkonora Naik ke Level II Waspada

Saat status masih Normal, masyarakat dan pendaki masih diperbolehkan mendekati kawasan kawah dengan radius rekomendasi 1,5 kilometer. Setelah status dinaikkan menjadi Waspada karena gempa vulkanik Gunung Gamkonora meningkat, seluruh aktivitas pendakian tidak lagi diperbolehkan.

Badan Geologi menyatakan evaluasi tingkat aktivitas Gunung Gamkonora akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status Waspada dan rekomendasi yang berlaku tetap dipertahankan hingga diterbitkan laporan evaluasi berikutnya.

Pendakian Gunung Gamkonora Ditutup

“Untuk saat ini pendakian kami tutup,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gamkonora Ridwan Jalil di Ternate, Sabtu (7/11/2026).

Ridwan mengatakan penutupan pendakian dilakukan seiring meningkatnya aktivitas di kawah gunung tersebut. Penutupan ini merupakan langkah antisipasi agar tidak ada pendaki yang berada di kawasan puncak saat aktivitas gunung meningkat.

“Dulunya kalau Normal radius 1,5 kilometer, masyarakat pendaki tetap mendekati kawah. Namun saat ini kami larang, tidak bisa ada pendakian,” ujar Ridwan.

Data Kegempaan Gunung Gamkonora Oktober–November 2026

Pengamatan instrumental gempa vulkanik Gunung Gamkonora selama Oktober 2026 mencatat 129 kali gempa Tornillo, 5 kali gempa frekuensi rendah, 28 kali gempa vulkanik dangkal, 79 kali gempa vulkanik dalam, 105 kali gempa tektonik lokal, dan 475 kali gempa tektonik jauh.

Periode 1–5 November 2026 tercatat 13 kali gempa Tornillo, 3 kali gempa frekuensi rendah, 1 kali gempa vulkanik dangkal, 8 kali gempa vulkanik dalam, 23 kali gempa tektonik lokal, dan 70 kali gempa tektonik jauh. Data lima hari pertama November ini menunjukkan aktivitas kegempaan masih berlangsung dan terus dipantau.

Bila dibandingkan, jumlah gempa pada Oktober 2026 jauh lebih banyak daripada lima hari pertama November 2026, karena periode pengamatannya memang lebih panjang — satu bulan penuh berbanding lima hari. Yang menjadi perhatian Badan Geologi adalah kenaikan frekuensi harian gempa vulkanik dangkal dan dalam sejak 29 Oktober 2026.

Gempa Tornillo dan gempa frekuensi rendah berkaitan dengan pergerakan fluida di dalam tubuh gunung api, sedangkan gempa tektonik lokal dan tektonik jauh berkaitan dengan aktivitas tektonik di sekitar gunung. Catatan kegempaan ini menjadi bahan evaluasi Badan Geologi dalam menentukan tingkat aktivitas gunung.

Imbauan Badan Geologi: Jangan Masuk Radius 2 Kilometer

Menanggapi gempa vulkanik Gunung Gamkonora yang meningkat, Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi Gunung Gamkonora.

Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi Badan Geologi serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas gunung api tersebut. Untuk mengetahui perkembangan terbaru, masyarakat diminta mengikuti rekomendasi resmi Badan Geologi.

Dengan gempa vulkanik Gunung Gamkonora yang terus meningkat, status Waspada menjadi pengingat bagi warga dan pendaki di Halmahera Barat untuk mematuhi larangan pendakian sampai ada evaluasi berikutnya dari Badan Geologi.

Penutupan pendakian berlaku sampai ada evaluasi berikutnya. Selama status Waspada masih berlaku, pendaki dan wisatawan diminta menunda rencana mendaki Gunung Gamkonora dan mematuhi seluruh rekomendasi yang ditetapkan Badan Geologi.