TNI AD Cari Black Box Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan

Operasi pencarian korban helikopter MI-17 yang jatuh saat misi karhutla di Seruyan, black box helikopter MI-17

TNI masih berupaya mengambil black box helikopter MI-17V5 milik TNI AD yang jatuh di Seruyan, Kalimantan Tengah. Black box helikopter MI-17 itu jatuh saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat, 6 November 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan black box helikopter MI-17V5 yang jatuh masih dalam pencarian. Hingga Sabtu, 7 November 2026, tim masih terus berusaha mengambilnya.

Black Box Helikopter MI-17 Masih Dicari

“Black box masih dalam proses pencarian. Sampai dengan saat ini tim masih terus berusaha mengambilnya,” kata Donny dalam keterangannya, Sabtu 7 November 2026.

Donny mengungkapkan, Tim Investigasi telah mengirimkan indikasi lokasi jatuhnya black box dari helikopter MI-17V5 kepada tim lainnya untuk ditindaklanjuti. Pengambilan black box helikopter MI-17 direncanakan sekitar pukul 12.00 WIB siang ini.

Kronologi Helikopter MI-17 Jatuh di Seruyan

Helikopter MI-17V5 dengan registrasi HA-5235 itu berangkat dari Kuala Pembuang menuju ke Telaga Pulang, Seruyan, Kalimantan Tengah, pada pukul 13.05 WIB. Pesawat kemudian dikabarkan hilang kontak pada pukul 13.50 WIB.

“Pada hari Jumat, 6 November 2026 pukul 13.40 WIB, di kawasan perairan Sungai Seruyan, telah terjadi kecelakaan helikopter MI-17V5 milik TNI AD,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI R Wahyu Yudhayana dalam keterangannya, Sabtu 7 November 2026.

Saat kejadian, helikopter yang mengangkut 8 orang dari Kuala Pembuang menuju ke Telaga Pulang untuk keperluan water bombing mengalami kecelakaan. Helikopter itu dalam misi water bombing karhutla di wilayah Seruyan hingga jatuh di perairan Sungai Seruyan.

Water bombing adalah teknik pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari udara, dengan menjatuhkan air ke titik api. Helikopter MI-17V5 yang jatuh itu sedang menjalankan misi tersebut di wilayah Seruyan ketika kecelakaan terjadi.

Tiga Meninggal, Tiga Selamat, Dua Masih Dicari

Dari 8 orang yang berada di dalam helikopter, 3 orang meninggal dunia, 3 orang selamat, dan 2 orang lainnya masih dalam proses pencarian di tempat kejadian perkara (TKP).

Tiga korban meninggal dunia adalah Sertu Yudha Pratama sebagai siswa pilot, Lettu Rheno sebagai pilot yang sedang mengawasi, dan Serka Harlyanto sebagai juru tembak. “Untuk tiga korban diantaranya Sertu Yudha Pratama sebagai siswa pilot, Lettu Rheno (pilot sedang mengawasi) dan Serka Harlyanto sebagai juru tembak,” jelas Donny.

Tiga korban yang selamat adalah Sertu Feryanus (siswa pilot), Lettu Pandu (siswa pilot), dan Prada Nurhadi (ABM). Dua orang lainnya, Sertu Arif (juru tembak) dan Sertu Gara (ABM), masih dalam proses pencarian di TKP. “Korban yang ditemukan meninggal dunia ada tiga orang, kemudian tiga korban yang selamat atas nama Sertu Feryanus (siswa pilot), Lettu Pandu (siswa pilot) dan Prada Nurhadi (ABM). Dua orang lainnya atas nama Sertu Arif (juru tembak) dan Sertu Gara (ABM) masih dalam proses pencarian di TKP,” kata Wahyu.

Evakuasi korban dilakukan bersama tim gabungan yang meliputi BPBD, SAR, TNI, dan Polri. Tim yang bertugas melakukan evakuasi, termasuk mencari black box helikopter MI-17 itu, dibantu prajurit Marinir, AD, Lanud, dan relawan.

Tim Investigasi 8 Personel Tiba di Kuala Pembuang

Terkait penanganan kecelakaan tersebut, TNI AD telah membentuk Tim Investigasi. “TNI AD telah membentuk Tim Investigasi yang terdiri dari 8 personel (Knkt, Dislitbangad, Puspenerbad, Labfor, dan sebagainya) yang bertolak dari Jakarta pada pukul 19.15 WIB kemarin,” jelas Donny.

Tim tersebut dipimpin oleh Kasubdis Lambangja Dislitbangad Kolonel Arm Muslikin. Hingga siang ini, Tim Investigasi sudah tiba di Kuala Pembuang dan akan menuju ke lokasi terjadinya kecelakaan untuk melanjutkan pencarian black box helikopter MI-17.

Pengambilan Black Box Helikopter MI-17 Direncanakan Sabtu Siang

Tim Investigasi telah mengirimkan indikasi lokasi jatuhnya black box helikopter MI-17 kepada tim lainnya untuk ditindaklanjuti. Sekitar pukul 12.00 WIB siang ini direncanakan tim akan melakukan pengambilan black box tersebut.

Black box helikopter MI-17 yang jatuh di Seruyan itu diharapkan dapat membantu Tim Investigasi mengungkap penyebab kecelakaan helikopter MI-17V5 yang jatuh saat misi water bombing karhutla tersebut.