Bursa saham Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Jumat, 7 November 2026, menyambut akhir pekan. Indeks Nasdaq kembali bangkit setelah mengalami penurunan paling tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Nasdaq Kembali Bangkit, Dow Jones Melemah Sendirian
Indeks Nasdaq kembali bangkit 0,65 persen atau 152,97 poin ke 23.580,28. Indeks S&P 500 menguat 5,07 poin (0,08 persen) ke 6.728,78. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,51 persen atau 241,06 poin ke posisi 46.912,30.
Sepanjang pekan yang sama, ketiga indeks acuan justru melemah. Nasdaq melemah lebih dari 2 persen, penurunan mingguan terburuk sejak April. S&P 500 turun 1,6 persen, sedangkan Dow Jones melemah 1,2 persen.
Saham Teknologi Pimpin Kebangkitan
Investor memanfaatkan momentum penurunan harga saham teknologi. Saham teknologi pulih dan memimpin kebangkitan setelah sebelumnya tertekan, membuat Nasdaq kembali bangkit pada penutupan perdagangan Jumat.
Penjualan saham teknologi belakangan ini muncul setelah sejumlah eksekutif mempertanyakan besarnya investasi pada kecerdasan buatan (AI), di tengah ketidakpastian mengenai imbal hasil yang diraih.
Valuasi menjadi sorotan. S&P 500 diperdagangkan pada 23 kali laba ke depan, sejalan dengan level tertinggi sejak tahun 2000, dan valuasi pasar saham secara umum tergolong tinggi. “Porsi pasar yang cukup besar masih diperdagangkan di atas kelipatan yang tinggi,” kata Wilmer Stith, manajer portofolio di Wilmington Trust.
Stith juga menyampaikan, investor yang mengabaikan volatilitas yang didorong kekhawatiran atas AI kemungkinan keliru dengan gagasan bahwa bisnis AI akan runtuh, karena teknologi ini masih memiliki waktu untuk berkembang.
Saham yang Naik dan Turun di Wall Street
Saham Nvidia naik 2,9 persen setelah dua hari berturut-turut berakhir di zona merah. Broadcom naik 2,5 persen, Meta Platforms menguat 1,8 persen, dan Amazon naik 0,8 persen. Kenaikan saham-saham teknologi itu membuat Nasdaq kembali bangkit pada penutupan perdagangan Jumat.
Sebaliknya, saham Palantir merosot 2,4 persen, sekalipun pendapatan kuartal III naik 63 persen secara tahunan menjadi USD 1,18 miliar dan melampaui estimasi para analis. Ekuitas perusahaan dalam sepekan terakhir telah turun lebih dari 3 persen.
Saham McDonald’s turun 2 persen setelah CEO Chris Kempczinski mengatakan perusahaan berhadapan dengan lingkungan konsumen yang menantang dan memperingatkan bahwa daging sapi menjadi hambatan signifikan bagi laba perusahaan tahun depan. Saham Eaton, produsen komponen infrastruktur listrik, anjlok 4,8 persen usai memangkas panduan tahunannya.
The Fed dan Data Ekonomi Jadi Perhatian
Investor memperhatikan data Departemen Perdagangan AS mengenai penjualan ritel September dan data barang-barang tahan lama (durable goods), yang disebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja belum membaik dan produsen barang tahan lama sudah mengalami pelemahan.
Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, mengatakan tidak menyetujui penurunan suku bunga tambahan pada Desember, dengan alasan pasar tenaga kerja masih cukup kuat untuk menahan inflasi. Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook, pada Kamis menyatakan menentang penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed pada Oktober karena kekhawatirannya terhadap inflasi yang terus meningkat.
Investor juga fokus pada laporan keuangan sejumlah perusahaan yang akan dirilis. Pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi dari Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat, yang menjadi perhatian utama setelah sejumlah laporan ekonomi ditangguhkan akibat shutdown pemerintah federal selama 36 hari.
Nasdaq Kembali Bangkit di Tengah Valuasi Tinggi
Nasdaq kembali bangkit pada penutupan perdagangan Jumat, meski secara mingguan indeks ini masih melemah lebih dari 2 persen. Kebangkitan ini dipimpin saham teknologi, dengan Nvidia, Broadcom, Meta, dan Amazon yang menguat.
Namun, valuasi pasar saham yang tinggi dan ketidakpastian imbal hasil investasi AI masih membayangi. Nasdaq kembali bangkit di tengah sorotan terhadap valuasi S&P 500 yang mencapai 23 kali laba ke depan, level tertinggi sejak tahun 2000.
